Sunday, August 16, 2009

ini cerita aku.

ini kisah tentang seorang gadis
seorang gadis yang masa itu masih kecil
didalam dukungan ayahanda dan bonda
dia masih tidak tahu apa-apa

aku tidak tahu tentang cerita kamu
aku tidak tahu apa cerita kamu
tapi ini cerita aku
biarkan aku saja yang bercerita
dengar dan bisu

Mari aku ceritakan cerita aku

Suatu masa dulu
menangis meratap disuatu masa
ini tentang aku
cerita aku

aku dibesarkan dimanja, disayang
aku dibesarkan dengan semua rasa
aku dibesarkan dengan perasaan cinta
aku dibesarkan biasa-biasa saja

ayahanda bonda bohong aku
ayahanda bonda dustai aku
dulu katanya aku puteri jelita
sekalian suku rakyat mencemburui jiwa aku

tapi ayahanda bonda.
itu semua dusta
mereka tak mahu jiwa aku.
mereka kikis jiwa aku

yang dihendakkan mereka wajah dan rupa sahaja.
wahai ayahanda bonda kenapa perlu bohong saya?

aku dibesarkan sebagai seorang gadis
kurus, tinggi, kesan-kesan jerawat menempel diwajah,
gigi ku berterabur, tak cerdik
aku dikatakan orang
"hey babi kenapa wajahmu jelik?"

wahai ayahanda bonda kenapa dustai saya?
aku ini dicaci lagi
tempat aku bukan disini
aku tidak sepatutnya dibiarkan keluar begini

wahai ayahnda bonda bawalah aku pergi
simpanlah aku ditempat sunyi
dimana cuma ada ayahanda dan bonda
cuma ada mereka yang sayangkan aku

ayahbonda kenapa bohong saya?
ayahbonda kenapa tak ceria?

dunia ini kejam
dunia ini bagai-bagai
ini bukan tempat saya
mereka tak suka saya
mereka tak cinta saya
disini dinilai wajah rupa semata-mata

ayahbonda
khabarkanlah pada mereka
pada mereka yang tak suka saya
yang mereka mahukan saya

mereka semua hendak saya
jadi cantik, putih, berseri
tapi itu bukan saya
bukan saya

maka apakah harus aku pergi
duduk dirumah dan menunggu mati?
apakah aku tinggal disini?
tak akan pergi
tak akan pergi?

dunia memang kejam
dunia macam-macam
dunia bagai-bagai
tapi janganlah sedikit kau percaya kata-kata mereka

biar kita begini saja
buruk, hodoh
rongak,cantik

siapa kita, itu kita.
cinta saja jiwa kita.
kalau mereka tak suka, pergi mampus!
tak apa

tak apa
tak suka
tak apa

ini sisa-sisa rasa
rasa jiwa yang luka

puisi ini aku karangkan untuk diri ini. setelah aku perhatikan mereka cuma melihat rupa dan wajah. namun aku yakin akan ada harinya untuk aku. biar saja semua berlalu. memerhatikan saja.

0 comments: